Kamis, 24 Mei 2012

father

~ Antara seorang anak perempuan dan Ayah ~

Yang udah tau nyimak aje..

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mama/Ibunya. Lalu bagaimana dengan Papa/ayah?Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik
sepeda. Dan setelah
Papa mengganggapmu bisa, Papa akan
melepaskan roda bantu di
sepedamu. Kemudian Mama bilang :
“Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda
bantunya”.
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta
boneka atau
mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi
Papa akan
mengatakan dengan tegas :
“Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa
tidak ingin kamu
menjadi anak yang manja dengan semua
tuntutan yang selalu
dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir
sampai kadang
sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air
dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan
menasihatimu
dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-
benar
mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin
keluar malam,
dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak
boleh!”. Tahukah
kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk
menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang
sangat – sangat luar
biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada
Papa, dan masuk ke
kamar sambil membanting pintu. Dan yang
datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa
memejamkan matanya dan
menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa
sangat ingin
mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering
menelponmu, atau
bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,
Papa akan
memasang wajah paling cool sedunia
Papa sesekali menguping atau mengintip saat
kamu sedang
ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu,
kalau hati Papa
merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa
melonggarkan sedikit
peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu
akan memaksa
untuk melanggar jam malamnya. Maka yang
dilakukan Papa
adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu
pulang dengan
hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan
khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya
pulang larut malam
hati Papa akan mengeras dan Papa
memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di
sangat ditakuti Papa
akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi
meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya
karena memikirkan
masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap
tersenyum dan
mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai
dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa
harus melepasmu di
bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa
terasa kaku untuk
memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil
memberi nasehat ini
– itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.
Padahal Papa ingin
sekali menangis seperti Mama dan memelukmu
erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air
mata di sudut
matanya, dan menepuk pundakmu berkata:
“Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…
kuat untuk pergi
dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang
semester dan
kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan
kening adalah
Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan
agar anaknya bisa
merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta
boneka baru,
dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang
kamu inginkan.
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah :
“Tidak…. Tidak
bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin
mengatakan “Iya
sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa
gagal membuat
anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah
orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk
tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas
melihat “utri
kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh
dewasa, dan telah
menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke
rumah dan
meminta izin pada Papa untuk mengambilmu
darinya. Papa akan
sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan
posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung
Pelaminan bersama
seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas
menggantikannya,
Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia
itu Papa pergi
kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia,
kemudian Papa
berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata:
“Ya Allah tugasku
telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi
wanita yang
cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu
kedatanganmu bersama
cucu-cucunya yang sesekali datang untuk
menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin
memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk
menjagamu dari
bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak
menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin
memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu
yakin bahwa
“KAMU BISA” dalam segala hal..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar